Rabu, 10 Februari 2016

Harapan Dari Sebuah Roti

Sore itu di depan mushollah di sebuah kampus, Aku andira (Nama Samaran) bertemu dengan seorang laki-laki bernama ARIL (nama samaran)
Dia seorang senior, tapi tak pernah ku temui sebelumnya, pada saat itu aku dan dia bertemu di depan mushallah yang berada didalam kampus kami, pertemuan pertama kami meninggalkan kesan yang sangat baik, dia terlihat sangat sopan tapi aku tidak memiliki perasaan apapun terhadapnya. aku hanya menganggapnya seniorku,
yaaaaaa,,,,,, hanya sebatas senior bagiku, senior yang harus ku hormati,,
kami pun mulai saling menyapa dan dia mengajakku untuk menonton permainan bola kaki yang diadakan dikampus kami kemudian memberikan ku sebuah roti, yaaah sebuah roti yang menjadi sebuah kesan pertama.

3 hari kemudian.........................

Telpon ku berdering, aku mulai meLihatnya ternyata yang muncul dilayar telponku adalah no baru, aku tidak tau siapa pemiliknya, aku hanya mengetahui bahwa itu adalah no baru, setelah ku angkat ternyata seniorku yang kutemui beberapa waktu yang lalu, dia menelpon ku, tpi entah mengapa aku sangat bahagia,,,, hal pertama yang ku ingat dari seniorku itu adalah sepotong roti yang ia berikan padaku saat kami pertama kali ketemu.

Tanpa ragu-ragu dia mulai menyatakan perasaanya kepadaku, dia mencintaiku saat pertama kali ketemu, hal itulah yang ia katakan padaku. dia ingin aku menjadi bagian hari-harinya,
berhari2 dia menunggu jawaban dariku, dia memperjuangkan kuuu,,
hingga melalui beberapa pertimbangan aku pun menerimanya. walaupun cnta terhadapnya belum ku temukan tapi aku ingin mencoba mencintainya karena dia telah berani memperjuangkan ku.
dan kami mulai resmi pacaran. aku dan dia berada dalam satu ikatan yang disebut PACARAN.
 

Seiring berjalannya waktu aku dan dia semakin akrab tapi ironisnya hubungan kami tidak seperti hubungan orang pacaran laiinnya, ada beberapa hal yang menjadi penghalang diantara kami salah satunya adalah ketika saya ingin bertemu dengannya saya harus mempunyai banyak alasan dan kebohongan yang harus ku berikan kepada pamanku agar dia mengizinkan aku keluar untuk menemuinya,,,,

Waktu pun berjalan begitu cepat, hari demi hari kulalui hanya sebagai status pacaran, mimpi yang pernah kami bina untuk makan roti bersama di warung sebelah tidak pernah terwujud hanya karena doktrin ketakutanku akan kemarahan pamanku,

Suatu hari aku memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya dan jalan berdua dengannya diacara pesta pernikahan temanku yang bernama risnah.aku dan dia serta teman-temanku yang lain pergi bersama, di sepanjang perjalanan aku telponnya selalu berdering aku tidak tau siapa yang menelponnya tpi yang aku tau dia mengatakan bahwa sepupunya lah yang menelponnya, kecurigaanku semakin bertambah ketika diperjalanan pulang aku melihat sms yang dibukanya di tengah jalan dimana isi pesannya menggunakan kata "SAYANG" seketika itu tanganku dingin dan gemetar, di benakku terlintas fikiran negativ terhadapnya apalagi saat dia tdk ingin aku melihat handphone nyaaa.
Entah mengapa pada saat itu hatiku marah, aku sedih, apakah ini yang dikatakan cinta ?
apakah ini yang dikatakan sakitnya perselingkuhan ?
aku tak sanggup memahaminya


Kujalani hari-hariku seperti biasanya, sikapku terhadanya dan sikapnya terhadapku hanya sebatas senior dan junior, seakan-akan kami tidak pernah saling kenal lagi, seakan akan kami tidak pernah memiliki hubungan yang lebih dari teman. 
Dan mungkin dengan sikap ku yang beginilah dia mulai bosan terhadapku, mungkin dia malu kepada teman-temannya karena dia memiliki pacar sepertiku, itulah yang ada dibenakku saat itu.
Yaaaaa,,,, wajar jika dia mendambakan cinta yang sempurna, tpi apalah dayaku aku bukan wanita yang sempurna tpi aku telah berusaha menjadikan cntaku terhadapnya sempurna.


6 bulan sudah usia pacaran kami....
selepas dari acara temanku dia tidak pernah lagi menelponku,,,
hingga aku tersadar akan pertemuan prtamaku dengan dia,
dia memberikan aku sebuah roti dan itulah simbol cintanya terhadapku,,
seperti sebuah roti yang mampu menjadi penahan lapar tapi tidak bertahan lama
seperti sebuah roti yang ktika ada merk roti yang baru kita akan melupakannya,

yaaaaaa,,,, kisahku sperti sebuah roti
yang menjadi rebutan disaat orang-orang kelaparan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar